Rabu, 16 Februari 2011

Hey..Soul Sister! 

Seperti judulnya, "Soul Sister" ..
tulisan saya kali ini memang akan membahas soal salah satu sahabat terbaik saya..
she is Maryam Yusuf or NDHOEL..or IYAM ..
tapi teman2nya kebanyakan memanggil dia dengan sebutan "ndhoel" ..

gak tau napa, pas ketemu dengan sistahqu yg satu ini..serasa punya soulmate (caelahh..haha) .. gimana engga, pas kuliah di AKPAR dulu, kami sekelas..kemana-mana berdua, ke kampus berdua (padahal rumah kami jauhan), sampai2 jawaban soal ujian pun 90% dijamin SAMA! (tp kebanyakan saya yg nyontek punya dia,,hihihii)

awal kedekatan kami dimulai dari semester I di Akpar. Waktu itu kami sebenarnya gak begitu akrab, dia punya kelompok sendiri, saya pun demikian. Tapi tiba-tiba entah dari mana dia mendapat informasi kalau waktu SMA saya mengidap LATAH AKUT (wihh..ngeri yah bahasanya? hahaha)
dan ternyata dia orangnya jayus abeesss!!
well, dia, AGIE, IKKHO dan Cwipit(tiga org personil kami) pun ngerjain saya..
yak. mereka berhasil membuat LATAH saya KAMBUH !!
yaa Tuhan..entah kenapa waktu itu saya seperti orang kesurupan! *fewhhh.. (˘˛˘)˚˚
apa yg mereka perintahkan dan ucapkan kepada saya, itu pula yg saya ucapkan komplit dengan gerakannya..(bisa dibayangin donkk..gimana parahnya?!?)

Akhirnya kami berlima menjadi GENGSTER! hahaha..bukan gengster sihh, ummm..mungkin lebih tepatnya SOULMATE.


tapi di antara kami ber-5, saya cenderung lebih dekat dengan ndhoel. Tapi bukan berarti saya dan ke-tiga org teman sy tersebut gak dekat, tapi dalam beberapa hal mungkin kami memang lebih dekat. Misalnya sering ke kampus dan pulang bareng. Tapi overall, kami berlima slalu kompak kok. sampai-sampai dosen kami semua sering memberi kami julukan soulmate tak terpisahkan. Bahkan ada dosen yg sering mengacak nama kelompok dalam mengerjakan tugas kampus hanya dengan tujuan agar kami gak sering bersama-sama. hehehe..segitunyaa (˘.˘”)

hemm..ini adalah foto kami ber-5, LENGKAP sebelum cwipit pindah ke Pontianak. :(



setelah cwipit pindah ke Pontianak di akhir semester II, kami tinggal ber-4. Setahun pertama kami masih keep intouch dengan cwipit. Tapi setelah itu,kami lost contact sampai sekarang. Cwipit..we miss u a lot,sist! :'(


dan setelah lulus dari Akpar (dengan gelar sarjana muda pariwisata/A.Md,Par.) kami ber-4 terpisah lagi, dan waktu itu kami bekerja di tempat yg berbeda. Tapi beberapa bulan kemudian, ndhoel menghubungi saya soal rencananya melanjutkan studi ke jenjang berikutnya, yaitu S1. Sebenarnya waktu itu kami memiliki rencana mengambil D4 Pariwisata di STP Bandung. Tetapi takdir berkata lain, seperti yg kita ketahui..manusia hanya bisa berencana, tp Tuhan yg menentukan. Ya. Saat itu (akhir tahun 2009) ndhoel lulus menjadi pegawai honor di Dinas Pariwisata Makassar. Dengan demikian, dia gak bisa melanjutkan kuliah ke Bandung. Awalnya saya sempat merasa sedih, karena saya berpikir saat itu saya akan melanjutkan studi saya di Bandung sendirian.

Tapi gak lama setelah itu, ndhoel mengabari saya kalau dia lanjut di salah satu Universitas swasta di Makassar. Ya, di kampus kami sekarang STIE Nobel Indonesia.
Akhirnya saya pun setuju untuk kuliah disitu, karena di kampus tersebut kami bisa mengambil jurusan yg konsentrasinya adalah manajemen kepariwisataan dan perhotelan..meskipun tittle atau gelarnya nanti adalah Sarjana Ekonomi. But it's ok..saya tetap bersemangat saat itu. Lagian waktu itu juga ada faktor lain yg memberatkan saya utk meninggalkan Makassar.

Nah, akhirnya kami pun bertemu lagi. Se-jurusan, Sekelas, pokoknya kami selalu berdua. Pertengahan semester kami sempat agak jarang komunikasi karna saat itu saya ternyata lebih eksis dari dia di kampus (jiahhahaha..) gak..saat itu saya lebih sering hang out dgn teman2 baru saya di kampus..dan itu tanpa ndhoel. Tp teteupp, komunikasi alias gosip seputar kampus dan kuliah tetap terjalin di antara kami, meskipun hanya via telepon. Sebenarnya saat itu juga saya sekaligus menghibur diri dari rasa keterpurukan saya akibat baru saja putus dari mantan saya di awal 2010 kemaren. Dan alhamdulillah..saya pun bisa MOVE ON! Thanks yaa guys. 

Selanjutnya, kami pun kembali "lengket" seperti sedia kala. hehehe...
pernah ada seorang dosen yg bilang klo kami kyk saudara..kemana-mana pasti berdua! hehehe..

Di luar dari itu semua, saya hanya ingin mengucapkan banyak.banyak terima kasih kepada sistahqu NDHOEL..makasih ya jenkk, sudah setia menjadi teman terbaikku selama ini..dalam keadaan sedih maupun senang. Semoga selamanya akan seperti itu. Apapun yg terjadi, Insya Allah kita tetap jadi sahabat..FOREVER! Amin.Amin.Amin

I love you,sist ..


Rabu, 02 Februari 2011

Ternyata..Peranakan TiongHoa! :D

Firstly, let me say Gong Xi Fat Chai bagi yg merayakan Imlek ..

Anyway, cerita soal imlek..ada sejarah lucu yg saya dapat dari ibu saya.

Begini, jadi beberapa tahun yg lalu (lupa tepatnya tahun berapa), tapi yg pasti waktu itu bertepatan dgn perayaan imlek. Saya beserta org tua dan adik-adik saya berkunjung ke rumah nenek (ibu dari ibu saya)..Rumah nenek saya itu terletak di Jl. Pangeran Diponegoro,dekat Jl. Irian dan Jl. Sangir. Waktu itu kami berkunjung pada sore hari sampai malam hari (pkl. 22.00). Pas malam hari sekitar jam 8 malam, saya,adik dan sepupu2 saya keluar dari gang rumah nenek untuk melihat atraksi Barongsai yg digelar oleh salah seorang tetangga nenek saya. Ya, di sekitar rumah nenek saya memang hampir 100% warganya adalah suku TiongHoa.
Dan kebiasaan itu terus terulang setiap tahunnya. Sampai2 tante saya selalu bela-belain menelfon ke rumah hanya untuk menyuruh kami sekeluarga berkumpul di rumah nenek dan sore/malam harinya menyaksikan atraksi Barongsai dan menikmati masakan nenek yg juga bernuansa chinesse, seperti fuyunghai, capcai, dan sup asparagus. Lucu juga sih, karena saya pun slalu merasa excited dgn ajakan tante saya itu. :) :D

Pada suatu ketika, ibu saya tiba2 bercerita tentang Imlek..
Ternyata, almarhum kakek buyut saya (kakek dari ibu saya) adalah suku TiongHoa asli 100% yg menjadi muallaf ketika menikah dgn almarhumah nenek buyut saya.
Kata ibu, dulu kakek buyut saya itu jarang berada di rumah karena kebanyakan waktunya dihabiskan untuk sholat 5 waktu dan memberi khotbah pd hari Jumat di masjid. Subhanallah..jadi bangga dengernya. :)
Next, ibu saya bilang,meskipun kakek saya sudah menjadi muallaf..tp biasanya kakek selalu minta dibuatkan masakan chinesse sama sang nenek..(love story ala TiongHoa thun 50-an. Hahhayy)

Hehmm..jadi gitu toh sejarahnya?! Kenapa nenek (ibu dari ibu saya) jago bget masak masakan chinesse..kenapa rumah nenek terletak di daerah/kawasan yg mayoritas penduduknya suku TiongHoa, dan salah satu tante saya (adik ibu saya) pandai berbahasa Mandarin.
Ternyata..kluarga ibu peranakan TiongHoa-Bone / China-Bone (Chibon). Hehehe

-Fin-

a Journey to be.....a Mom (PART 2)

Menyambung tulisan saya yg sebelumnya, kali ini saya akan kembali menceritakan tentang promil yg saya lakukan di Dr. Eddy..well, hari Jumat ...